Saturday, 26 March 2016

AYAHKU HANYA AYAHKU


Katakan padaku apa hal paling menarik yang pernah kau lakukan di masa hidupmu ! kata kata yang ayahku ucapkan saat kami sedang duduk berdua di teras rumah  , kau tau apa jawabanku .. ?? ku jawab pada ayahku dengan ucapan santai ,,  yah , dalam hidupku sampai saat ini sama sekali belum ku temukan hal yang begitu menarik … lantas mngapa kau masih merasa betah untuk tetap hidup ,saut ayahku …kembali ku jawab dengan jawaban santai .. justru karena tidak menarik hidupku lah yang membuat aku tertarik untuk mencari tau apa menarik nya hidupku ,, sampai saat aku menemukan nya aku akan bosan hidup ..  tanpa bertanya lagi ayahku mengelus kepalaku …
Ayahku adalah ayah yang berbeda dari ayah yang lain , ayahku adalah ayah yang over protective walaupun ketiga orang anak nya adalah laki laki , kadang peraturan peraturannya justru membuat aku tertekan, ayah tidak berlatar belakang militer tapi jujur saja ayahku lelaki paling disiplin yang pernah ku kenal ,  gak terbayang kalau dulu aku terlahir menjadi perempuan
Ayahku  dibesarkan oleh janda beranak 12 dengan 10 orang anak laki laki dan 2 orang anak perempuan . Aku mengerti hari hari yang keras pasti dialami olehnya , tapi bersyukur bagi mereka , sebagian dari mereka memperoleh pendidikan dengan baik dan sebagian dari mereka sukses di usaha dan bisnis.

Tidak sesempurna itu, dengan perlakuan nya yang berbeda hobby dan kebiasaan nya pun pasti berbeda , aku tidak tau bagaimana cara ayahku dibesarkan dahulu ,,, jika dibandingkan dengan yang lain ayahku jika dikaegorikan adalah orang yang paling mudah dalam mendapat rejeki , ayahku selalu sukses dalam bidang apapun yang ia kerjakan , tidak sehebat itu ayahku adalah perokok berat pecandu alkohol dan senang berjudi , rejeki datang dengan mudahnya tetapi dengan mudahnya juga ayahku mnghilangkan nya.
Sepanjang hidupku aku adalah anak yang pernah merasakan titik dimana ayahku sedang dalam kesuksesan yang tinggi hingga apapun terasa lebih begitu juga sebaliknya tidak jarang aku melihat orang menyita barang dirumahku karena ayahku kalah berjudi , awal awal aku sering merasa sedih ,, hingga akhirnya aku mncari cara untuk menentukan sendiri caraberfikirku cara mlihat sesuatu dengan caraku ,
Bukan hanya satu dua orang mengatakan ayahku buruk , bahkan seluruh keluarganya mengatakan hal yang sama, keluarga yang harusnya menjadi pembangkit malah menjadi penjatuh , pembunuh semangat ,,,, tapi di suatu malam aku berfikir apakah ayahku sburuk itu ?? Jika ayahku tidak berguna , jahat atau sebagainya kenapa aku masih bisa duduk disini , mengapa aku masih bisa baring dikasur ini , kenapa aku masih bisa merasakan bermain ps dan mengapa aku masih bisa hidup selama ini ??? Jahat itu justru melihat orang lain susah tapi malah mentertawan !! Jahat itu justru saat orang membutuhkan bantuan malah mencaci maki!! Itu jahat!
Ayahku adalah orang yang mampi dan akhirnya berhasil mengajari aku melihat hal apapun dengan mataku sendiri , percuma kita tau indahnya sesuatu tapi bukan dari mata kita sendiri , kita hanya tau kita tidak melihat  , ayahku mungkin bukan ayah yang bijaksana, tapi kau tau setidak bijaksana nya ayaku lebih bijaksana dari semua orang bijak yang pernah ku kenal .
Ayahku bukan ayah yang mengajarkan sesuatu lewat impian , ayahku justru mengajari aku saat aku saat aku melakukan sesuatu dan salah , semakin sering melakukan kesalahan , semakin sering pula ia memarahiku , mungkin tidak secara langsung tapi sangat terasa bahwa marahan marahan nya itu yang mengajariku sesuatu dan satu kata yang tidak bisa kulupa dari ayah adalah ucapan nya “kebanggan akan muncul saat kita telah berhasil melakukan sesuatu yang orang impikan , bukan malah memimpikan sesuatu yang telah berhasil orang lakukan “ 
Jika kau tanya, aku sangat ingin sekali mnjadi ayah seperti ayahku .Seperti kata pepatah setiap penolong pasti memiliki sisi buruk dan begitu juga sebaliknya setiap penjahat pun memiliki sisi baiknya nya , sesempurna apapun manusia pasti memiliki kesalah walaupun kecil, karena manusia dilahirkan untuk bersalah ..
Share:

0 comments:

Post a Comment