Ayahku
adalah ayah yang berbeda dari ayah yang lain , ayahku adalah ayah yang over
protective walaupun ketiga orang anak nya adalah laki laki , kadang peraturan
peraturannya justru membuat aku tertekan, ayah tidak berlatar belakang militer
tapi jujur saja ayahku lelaki paling disiplin yang pernah ku kenal , gak terbayang kalau dulu aku terlahir menjadi
perempuan
Ayahku dibesarkan oleh janda beranak 12 dengan 10
orang anak laki laki dan 2 orang anak perempuan . Aku mengerti hari hari yang
keras pasti dialami olehnya , tapi bersyukur bagi mereka , sebagian dari mereka
memperoleh pendidikan dengan baik dan sebagian dari mereka sukses di usaha dan
bisnis.
Tidak
sesempurna itu, dengan perlakuan nya yang berbeda hobby dan kebiasaan nya pun
pasti berbeda , aku tidak tau bagaimana cara ayahku dibesarkan dahulu ,,, jika
dibandingkan dengan yang lain ayahku jika dikaegorikan adalah orang yang paling
mudah dalam mendapat rejeki , ayahku selalu sukses dalam bidang apapun yang ia
kerjakan , tidak sehebat itu ayahku adalah perokok berat pecandu alkohol dan
senang berjudi , rejeki datang dengan mudahnya tetapi dengan mudahnya juga
ayahku mnghilangkan nya.
Sepanjang
hidupku aku adalah anak yang pernah merasakan titik dimana ayahku sedang dalam
kesuksesan yang tinggi hingga apapun terasa lebih begitu juga sebaliknya tidak
jarang aku melihat orang menyita barang dirumahku karena ayahku kalah berjudi ,
awal awal aku sering merasa sedih ,, hingga akhirnya aku mncari cara untuk
menentukan sendiri caraberfikirku cara mlihat sesuatu dengan caraku ,
Bukan
hanya satu dua orang mengatakan ayahku buruk , bahkan seluruh keluarganya
mengatakan hal yang sama, keluarga yang harusnya menjadi pembangkit malah
menjadi penjatuh , pembunuh semangat ,,,, tapi di suatu malam aku berfikir
apakah ayahku sburuk itu ?? Jika ayahku tidak berguna , jahat atau sebagainya
kenapa aku masih bisa duduk disini , mengapa aku masih bisa baring dikasur ini
, kenapa aku masih bisa merasakan bermain ps dan mengapa aku masih bisa hidup
selama ini ??? Jahat itu justru melihat orang lain susah tapi malah mentertawan
!! Jahat itu justru saat orang membutuhkan bantuan malah mencaci maki!! Itu
jahat!
Ayahku
adalah orang yang mampi dan akhirnya berhasil mengajari aku melihat hal apapun
dengan mataku sendiri , percuma kita tau indahnya sesuatu tapi bukan dari mata
kita sendiri , kita hanya tau kita tidak melihat , ayahku mungkin bukan ayah yang bijaksana,
tapi kau tau setidak bijaksana nya ayaku lebih bijaksana dari semua orang bijak
yang pernah ku kenal .
Ayahku bukan ayah yang mengajarkan
sesuatu lewat impian , ayahku justru mengajari
aku saat aku saat aku melakukan sesuatu dan salah , semakin sering melakukan
kesalahan , semakin sering pula ia memarahiku , mungkin tidak secara langsung
tapi sangat terasa bahwa marahan marahan nya itu yang mengajariku sesuatu dan
satu kata yang tidak bisa kulupa dari ayah adalah ucapan nya “kebanggan akan
muncul saat kita telah berhasil melakukan sesuatu yang orang impikan , bukan
malah memimpikan sesuatu yang telah berhasil orang lakukan “
Jika kau tanya,
aku sangat ingin sekali mnjadi ayah seperti ayahku .Seperti
kata pepatah setiap penolong
pasti memiliki sisi buruk dan begitu juga sebaliknya setiap
penjahat
pun memiliki sisi baiknya nya , sesempurna apapun manusia pasti memiliki
kesalah walaupun kecil, karena manusia dilahirkan untuk bersalah ..
0 comments:
Post a Comment