teruntuk engkau yang masih saja bangsat
bersamaan dengan dendam yang terus membara
kutukan yang terus menghujat
kebencian pun hidup
bagai api
api yang membakar minyak yang memang sudah panas
yang sudah siap untk terbakar
aku selalu bahagia saat aku akhirnya sadar
kau semu.. bayangan tidak nyata
khayalan
0 comments:
Post a Comment