Sunday, 1 December 2024

Bab 1 Pangeran Dan Tangan kirinya


Mavendra Kaivan Brull berdiri di depan jendela besar ruang kantornya yang megah, menghadap pemandangan kota yang penuh hiruk pikuk. Gedung-gedung pencakar langit yang bersinar di bawah mentari pagi tampak seperti barisan prajurit yang tunduk di bawah komandonya. Kaivan adalah seorang pria muda dengan karisma yang mampu memikat siapa saja yang mendengarnya berbicara. Namun, di balik senyumnya yang sering kali memukau, ada ketegangan yang sulit disembunyikan.

Hari itu, Kaivan mengenakan setelan jas hitam yang dipilih dengan hati-hati, tetapi tatapan matanya menunjukkan bahwa pikirannya sedang tidak berada di tempat itu. Di belakangnya, sebuah tim sedang sibuk mempersiapkan presentasi untuk rapat penting dengan investor. Namun, perhatian Kaivan tidak tertuju pada persiapan itu.

"Di mana Arga?" tanyanya, dengan nada yang hampir menyerupai perintah.

"Dia sedang di ruangannya, Tuan," jawab salah satu asistennya dengan gugup.

Kaivan menghela napas panjang. "Panggil dia sekarang. Aku tidak bisa terus menunggu."

Arga, atau nama lengkapnya Argantara Pratama Kusuma, adalah tangan kanan Kaivan. Namun, istilah itu mungkin terlalu sederhana untuk menggambarkan peran Arga di TechVance, startup teknologi yang sedang naik daun di dunia bisnis. Arga bukan hanya sekadar tangan kanan. Dia adalah otak di balik banyak strategi yang membawa perusahaan ke posisi mereka saat ini.

---

Kaivan: Sang Pangeran yang Emosional

Kaivan dikenal sebagai seorang pemimpin yang penuh energi, tetapi juga sulit ditebak. Ia memiliki visi besar untuk TechVance, tetapi emosinya yang tidak stabil sering kali menjadi penghalang. Dalam banyak kesempatan, ia bisa menjadi sangat memotivasi dan menginspirasi, tetapi di lain waktu, ia bisa menjadi temperamental dan impulsif.

Meski terlihat percaya diri di luar, sebenarnya Kaivan adalah sosok yang sering merasa ragu. Setiap keputusan besar yang diambilnya hampir selalu bergantung pada masukan dari Arga. Namun, di depan publik, Kaivan berusaha keras untuk menunjukkan bahwa dialah pusat kekuatan di TechVance.

Kaivan memiliki keinginan yang hampir obsesif untuk diakui sebagai sosok yang "tidak tergantikan". Namun, ia juga tahu, jauh di lubuk hatinya, bahwa ia tidak bisa berdiri di puncak sendirian.

---

Arga: Tangan Kiri yang Diam-Diam Kuat

Arga adalah kebalikan dari Kaivan. Pria itu memiliki kepribadian pendiam, nyaris tidak terlihat di tengah hiruk pikuk startup yang penuh dengan orang ambisius. Namun, kehadirannya begitu signifikan sehingga tanpa dia, TechVance mungkin sudah runtuh.

Di ruang kerjanya yang sederhana, Arga sedang sibuk dengan laptopnya, menganalisis data pengguna terbaru. Berbeda dengan ruang kerja Kaivan yang penuh kemewahan, ruangan Arga sederhana, hanya dihiasi papan tulis penuh coretan strategi dan tumpukan buku tentang bisnis dan teknologi.

Saat seorang asisten masuk dan memberitahunya bahwa Kaivan memanggil, Arga hanya mengangguk. Ia tahu, meski tidak disebutkan, bahwa Kaivan membutuhkan bantuannya.

"Ini pasti soal presentasi lagi," gumamnya pelan sambil merapikan catatan di mejanya.

---

Pertemuan di Ruang Rapat

Ketika Arga masuk ke ruang rapat, Kaivan sudah berdiri di depan layar besar, mencoba menjelaskan rencana peluncuran produk terbaru mereka kepada tim. Namun, meskipun usahanya tampak meyakinkan, ada sesuatu yang kurang.

"Arga, akhirnya kau datang!" seru Kaivan, setengah lega dan setengah frustrasi.

Arga hanya tersenyum kecil dan duduk di salah satu kursi di ujung meja. Ia tidak ingin langsung menginterupsi, tetapi matanya memindai slide demi slide presentasi yang ditampilkan di layar.

"Bagaimana menurutmu?" tanya Kaivan setelah beberapa saat.

Arga mendongak. "Idenya bagus, tapi... terlalu bertele-tele. Investor tidak punya waktu untuk mendengar cerita panjang lebar. Kita butuh sesuatu yang lebih tajam dan langsung ke inti."

Ruangan itu langsung hening. Semua mata tertuju pada Arga, yang berbicara dengan suara pelan tetapi tegas. Kaivan, meski sedikit tersinggung, tahu bahwa Arga benar.

"Jadi, apa yang kamu sarankan?" tanya Kaivan, mencoba menyembunyikan rasa frustrasinya.

Arga berdiri dan berjalan menuju layar, menunjuk beberapa poin pada slide. "Kita perlu fokus pada manfaat langsung bagi pengguna dan bagaimana ini bisa meningkatkan keuntungan. Buat grafik ini lebih sederhana, dan hilangkan bagian ini."

Dalam waktu singkat, Arga mengubah presentasi itu menjadi sesuatu yang jauh lebih efektif. Tim lainnya, yang awalnya skeptis, mulai mengangguk setuju.

Kaivan memperhatikan Arga dengan tatapan campuran antara rasa kagum dan rasa terganggu. Ia tahu bahwa Arga telah menyelamatkan situasi, tetapi bagian kecil dalam dirinya merasa tersaingi.

---

Hubungan yang Rumit

Setelah rapat selesai, Kaivan memanggil Arga ke ruangannya.

"Kau tahu, Arga," kata Kaivan sambil menatap Arga dengan serius. "Aku menghargai apa yang kau lakukan. Tapi aku berharap kau bisa lebih... vocal. Jangan hanya duduk diam dan menunggu aku meminta pendapatmu."

Arga tersenyum tipis. "Maaf, aku hanya tidak ingin terlihat seperti mengkritik terlalu banyak."

Kaivan menghela napas. "Kau terlalu rendah hati untuk kebaikanmu sendiri. Tapi aku butuh kau untuk mengimbangiku, bukan hanya mendukungku."

Meski kata-kata itu terdengar seperti pujian, Arga merasa ada tekanan tersirat di baliknya. Ia tahu bahwa Kaivan mengandalkannya, tetapi ia juga tahu bahwa Kaivan tidak suka merasa tergantung pada orang lain.

---

Pertemuan Pertama di Masa Lalu

Hubungan antara Kaivan dan Arga bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba. Dua belas tahun sebelumnya, mereka pertama kali bertemu di sebuah warung internet di kota kecil tempat Arga tinggal.

Saat itu, Arga hanyalah seorang anak pendiam yang baru saja dipindahkan dari Singapura oleh ayahnya demi keamanan. Sementara itu, Kaivan adalah anak lokal yang suka bermain game dan berbicara besar.

"Hey, kau baru di sini?" tanya Kaivan suatu sore, mendekati Arga yang sedang duduk di salah satu komputer.

Arga hanya mengangguk tanpa banyak bicara.

"Aku Kaivan. Kau siapa?"

"Arga."

Percakapan singkat itu menjadi awal dari persahabatan mereka. Kaivan yang ceria dan percaya diri menarik Arga keluar dari zona nyamannya, sementara Arga menjadi tempat Kaivan bersandar ketika ia butuh saran atau bantuan.

Namun, sifat mereka yang bertolak belakang juga sering menimbulkan gesekan kecil.

---

Benih Ketergantungan

Kembali ke masa kini, hubungan mereka telah berkembang, tetapi sifat dasar mereka tetap sama. Kaivan adalah sosok yang penuh energi tetapi sering kali emosional dan impulsif. Sementara itu, Arga adalah penyeimbang yang tenang, meski sering kali mengorbankan dirinya sendiri.

Setiap keputusan besar yang diambil Kaivan hampir selalu melalui diskusi panjang dengan Arga. Namun, di depan orang lain, Kaivan jarang mengakui peran besar Arga dalam kesuksesannya.

"Tanpa aku, dia tidak akan sampai di sini," pikir Arga suatu malam saat ia sendirian di ruang kerjanya.

Namun, ia segera mengusir pikiran itu. Baginya, membantu Kaivan adalah bagian dari persahabatan mereka.

---

Di akhir hari, saat semua orang sudah pulang, Arga duduk sendirian di kantornya, memandang keluar jendela. Kota yang sama yang dilihat Kaivan pagi itu tampak berbeda di mata Arga.

"Apakah aku hanya menjadi bayangannya selamanya?" pikir Arga.

Sementara itu, di ruangan lain, Kaivan duduk termenung. Ia tahu bahwa tanpa Arga, ia tidak akan pernah bisa mempertahankan posisinya sebagai pemimpin. Tetapi ia juga tahu bahwa ketergantungannya pada Arga adalah sesuatu yang tidak bisa ia akui dengan mudah.

---




Share:

Monday, 11 October 2021

percikan dalam kegelapan



dunia ini adalah kegelapan.
kita lahir juga bukan untuk menjadi cahaya.
..
mungkin bukan untuk aku
suatu ketika aku bersinar
tidak.. mungkin hanya percikan
..
aku tidak mengeluhkan hidup yang sulit 
aku hanya sedang gundah 
atas langkah yang terlalu gelap
..
aku butuh mata yang bisa melihat 
aku butuh tangan yang bisa menuntun langkah
tidak.. mungkin aku hanya butuh 
arah jalan yang tepat, 
jika memang hidup memang perlu tujuan
jika memang hidup perlu aturan


sambas,2021 (dayupkusuma)
Share:

Tuesday, 8 May 2018

HARGA SETIA



Banyak pendapat mengatakan kalau yang paling penting dalam sebuah hubungan adalah saling setia. Jika keduanya sama-sama setia, hubungan akan tetap berjalan sesuai rencana. Setia memang diperlukan, tapi terlepas dari rasa setia, ada hal lain yang juga penting dan sangat diperlukan dalam hubungan.

Mari menepi sejenak, ada 6 hal ini yang tetap kamu perlukan dalam hubungan. Meski kesetiaan sudah dalam genggaman.

1. Buat apa setia jika nggak dilandasi rasa percaya? Bukankah setia akan tumbuh sendirinya bersama dengan rasa percaya?


juga butuh kepercayaan via elizabethwellsphoto.com

Akar dari kesetiaan adalah adanya rasa saling percaya. Kepercayaan yang kita berikan pada seseorang menandakan kalau kita menaruh harapan untuk bisa selalu dijaga. Dan apabila harapan itu bisa dijaga, nggak mustahil bukan kalau kita akan kembali menaruh harapan-harapan lain pada orang yang sama?

Mempercayakan sesuatu yang berarti pada seseorang memang nggak mudah, tapi dalam sebuah hubungan, menjadi pasangan yang setia tanpa diikuti rasa percaya adalah hal yang percuma. Kamu di sisinya, tapi hati dan pikiranmu menuduhkan banyak hal padanya.
2. Menjadi setia butuh perjuangan. Kita dituntut memiliki hati sekuat baja agar tak gampang menyerah
ADVERTISEMENT



Dituntut memiliki hati sekuat baja via logancoleblog.com

Membangun sebuah hubungan sama halnya seperti membangun sebuah rumah. Kamu tidak hanya membutuhkan satu komponen saja agar rumah itu bisa kokoh. Jika kamu lelah dan kemudian memutuskan untuk menyerah, perjuangan dan setia yang kamu gembor-gemborkan hanyalah kesia-siaan.

Kita nggak cuma butuh rasa setia, tapi juga keinginan untuk tidak gampang menyerah dalam mempertahankan satu sama lainnya. Dan dengan setia, kita akan menemukan satu alasan untuk tidak mudah menyerah.
3. Kesetiaan pasangan akan sempurna, ketika juga mampu saling dukung dan memotivasi


Saling memotivasi via dylandsara.com

Dukungan dan motivasi yang saling diberikan oleh pasangan juga menjadi faktor penting dalam hubungan. Keduanya membuat kamu dan pasangan untuk maju bersama, menjadi pribadi yang lebih baik.

Bukannya ingin meremehkan arti kesetiaan, namun bukankah dukungan dari pasangan juga selalu diperlukan? Buat apa dia setia bertahan di sisimu, kalau dia banyak mengekangmu untuk melakukan ini itu?
4. Saling menerima ketidaksempurnaan juga modal untuk bisa membangun hubungan. Bukan sekadar setia dan selalu ada


Saling menerima ketidaksempurnaan via dylandsara.com

Kita paham betul apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup. Kebahagiaan yang bukan sementara saja. Ketika kita sudah memilih satu orang untuk diajak berbagi, pastilah dia yang akan kamu yakini bisa menerima apa adanya dirimu. Saling menerima ketidaksempurnaan dan memilih tetap bertahan.


Karena cinta yang sebenar-benarnya adalah cinta yang tetap tumbuh, sekalipun kamu sudah sangat khatam dengan kekurangannya.

5. Memohon seseorang untuk tetap tinggal, hanya sebatas cara kamu yang takut merasa sendirian


Jangan takut sendirian via bridalmusings.com

Rasa takut kehilangan seseorang itu berarti kamu merasa takut sendirian sampai kamu rela mengemis-ngemis dia untuk tetap tinggal. Dalam sebuah hubungan, paksaan itu tidak pernah dibenarkan. Apalagi terpaksa untuk setia padahal hati untukmu tak lagi ada.

Apa bisa kamu tetap bersama seseorang yang hati dan pikirannya tak ada kamu di dalamnya? Memilih bertahan, meski hubungan tak lagi bernyawa. Pada akhirnya kamu hanya sedang menyayat luka pada tubuhmu sendiri.

6. Kita terlalu berfokus dengan bagaimana caranya setia sampai lupa bagaimana membangun sebuah hubungan yang menyenangkan


Butuh sesuatu yang menyenangkan via elizabethwellsphoto.com

Nggak sedikit orang yang setia malah ditinggalkan. Kenapa? Karena kita terlalu sibuk mencari cara agar hati dan pikiran kita terkunci pada satu orang saja tanpa diiringi bagaimana cara menjadikan diri sebagai orang yang menyenangkan. Dia tahu bahwa kita adalah seseorang yang setia, tapi pada kenyataannya setia saja tidak cukup untuk membuat dia bertahan.

Berupaya terlalu keras untuk setia, kadang membuat pola pikir kita menjadi sempit. Kesetiaan bukan hal wajib yang perlu segera diupayakan. Kesetiaan datang saat kamu telah menemukan kenyamanan pada dia yang bersamamu sekarang. Karena ketika sudah nyaman, kamu pun enggan beranjak lagi.

Sebenarnya kesetiaan bukanlah hal yang harus diperjuangkan mati-matian. Kesetiaan harus datang dengan sendirinya dengan kesadaran dan tanpa dipaksa.
Share:

Thursday, 7 December 2017

5 cara ini mungkin akan mengubah hubungan mu dengan pacar menjadi lebih positif



Pernahkan sobat melihat hubungan cinta yang selalu harmonis jarang ada konflik dan kalau ada konflik pun cuma sebatas konflik wajar tidak sampai menimbulkan perpisahan? sebenarnya dalam menjalin hubungan cinta baik saat masih pacaran atau sudah menikah pasti masalah itu akan selalu ada, tergantung bagaimana cara kita menyikapiya saja sobat.
Pengen tau resep agar hubungan cinta anda selalu harmonis sampai akhir masa, yuk ikuti beberapa tips berikut ini :
1. Saling menyemangati
Pasangan harus selalu memberikan semangat pada masing masing individunya, bukannya saling merubah sifat buruk masing-masing tapi komitment untuk selalu berubah lebih baik dan positif. Percayalah dan yakinkan dalam diri Anda bahwa anda tidak akan menyerah meskipun banyak aral melintang, dengan cara seperti ini maka pasangan akan merasa saling membutuhkan dan mendukung satu sama lain.
2. Saling Bahagia
Anda akan selalu merasa bahagia saat bersamnya, bahagia disini bukan berarti hanya pada saat awal-awal hubungan saja, tapi sudah lama pun anda tetap merasakannya. Komunikasi terjalin dengan nyaman walau tanpa kata-kata, hanya saling menatap dan tersenyum.
3. Komunikasi yang Berkualitas
Inti dari komunikasi yang berkualitas adalah kejujuran dan keterbukaan, jika komunikasi selalu anda jalankan dengan 2 dasar tersebut diatas maka Anda dan pasangan akan merasakan bahwa komunikasi sudah bukan sekedar kewajiban, namun itu adalah kebutuhan. Apapun medianya dan bagaimanapun caranya asal ada 2 pilar kejujuran dan keterbukaan makan komunikasi dengan pasangan akan menjadi selalu menyenangkan.
4. Sama sama punya visi masa depan
Memiliki visi masadepan adalah salah satu syarat yang harus dimiliki oleh pasangan yang akan menuju jenjang pernikana. Memang sih jalan ke depan tidak mudah namun sebuah hubungan yang kuat akan semakin menjalar dan menyatukan visi-misinya bersama sehingga anda yakin menatap masa depan dan merasa bahwa masa depan yang baik merupakan tanggung jawab & milik Anda berdua
5. Jangan Mudah Menyerah Menghadapi Masalah
Masalah dalam sebuha hubungan asamara memang sudah menjadi barang umum, intinya anda jangan cepat menyerah dan menganggap bahwa hubungan asmara sudah di ujung tanduk. Yakinlah bahwa hubungan anda akan semakin kuat dengan banyaknya masalah yang Anda hadapi, sehingga anda bisa meningkat ke level hubungan yang lebih berkualitas.
Semua pasangan dapat membangkitkan potensi ini dalam setiap hubungan cinta mereka, yang diperlukan adalah kesungguhan dan komitment untuk menjalai prosesnya. Semoga bermanfaat ya sobat ^_^
x

Share:

Wednesday, 24 May 2017

JODOH WOYY JODOH

Percaya akan jodoh adalah salah satu cara mempercayai TUHAN itu maha segala galanya -dayupratama 
Jodoh adalah rasahasia Tuhan tapi jodohmu pasti sesuai dengan apa yang
kamu minta. Teruslah percaya pada jodoh yang telah Tuhan tetapkan
untukmu, jangan memaksakan yang bukan jodohmu dan jangan meragui apa yang telah menjadi ketetapan Tuhanmu.


Zaman sma adalah zaman dimana pencarian jati diri bahkan lebih nya sebagai pencarian kecocokan antara dua insan. saya pernah jatuh cinta dan pada akhirnya mulai pacaran dengan teman sekelas saya pada masa saya masih di smk. percaya atau tidak saya sangatlah yakin bahawa dia adalah wanita terbaik yang mungkin akan tuhan jadikan dia pendamping untuk akhirnya berlebel jodoh. lulus sekolah disertai konflik ini itu saya akhirnya berpisah dengan wanita yang saya terus ucap dalam doa setelah ayah ibu keluarga saya.
tapi sampai sekarang entah kenapa mungkin efek gagal moveon atau apa saya tetap yakin bahwa dia masih jodoh saya.
bisa jadi karena saya mungkin tidak terlalu ikhlas pada perpisahan kita . btw kita akhirnya berpisah karena ada nya potensi laki laki lain dan memeng harus berpisah pada saat itu.
ya masih  pada pendirian saya masih saja yakin pada dia , karena saya selalu tau setiap apa yang di usahakan tidak akan pernah berhianat .jodoh gak akan tertukar hanya saja mungkin yangkita yakini itu emang bukan jodoh kita , namun beda halnya dengan wanita ini

 Yang saat ini sangat menyakiti dirimu, yang sekarang ini terpaksa kamu lepaskan jika memang sudah menjadi jodohmu pasti akan kembali padamu. Bersabarlah pada keadaan yang kadang memaksamu berpikir bahwa Tuhan tidak adil padamu, biarlah waktu yang memperlihatkan bahwa Tuhan mengabulkan doa-doamu, sebab Tuhan tidak mungkin menjawabmu langsung ketika kamu meminta.

 menurut saya : meragui akan jodoh itu sama dengan mencurigai bahakan mengukur tingkat zat Tuhan
Belakangan ini, saya lebih melihat jodoh sebagai pertemuan antara kehendak Tuhan (yang kita yakini menurut agama masing-masing) dan selera manusia. Tiap agama saya rasa mengajarkan kehendak Tuhan termasuk dalam hal pemilihan pasangan hidup. Nah, apa yang ideal menurut ajaran agama ini kita yakini sebagai kehendak Tuhan. Ini adalah satu sisi. Sisi lain adalah selera manusia. Selera manusia ini terbentuk karena banyak hal. Nah, titik temu antara kehendak Tuhan dan selera manusia adalah jodoh.
 

Tidak mungkin Tuhan ingkar, karena Tuhan maha menepati janji. Jadi, seandainya jodoh itu tak kunjung datang juga, mungkin saja ada yang salah dengan diri kita.
Dari pada pusing untuk datang ke biro jodoh atau mencari dan mengejar jodoh melalui ramalan bahkan paranormal, lebih baik menunggu sembari berdoa agar diberikan jodoh yang terbaik oleh Tuhan.
Share:

Tuesday, 11 April 2017

BINTANG SEMU

sebut saja rindu..
ini hanyalah hasrat dari serpihan kenangan yang tersisa di hujung luka
yang harusnya tidak meninggalkan bekas
aku hanya gagal
iya hanya gagal
gagal menikmati skenario ini

seperti yang sepat dikatakan seorang wanita padaku
jika hidup tak berguna, maka biarkan hari menyelesaikan nya
jika hari tak berlaku maka biarkan ia berlalu
jika langit bersinar lagi ,,, sudah pasti itu karena matahari
bukan karena bintang bintang yang bersembunyi dalam kegelapan
kau itu pengecut .. tapi sok berani ,, memaksakan menyinari siang sedangkan kau tak dapat berada disisinya

kata kata itu terucap dengan nada membangunkan ..
nada bosan melihat aku yang terus merana bodoh

aku berada pada posisi yang memang menyudutkan
aku mengenalnya begitu lama .. tapi mendalaminya baru hari saat iya telah pergi

tidak dalam penyesalan aku kemudian menyerah
tidak dalam kebencian aku kemudian mengutuknya

rasa yang ku sebut cinta .. ini tetap saja sama ..
sama seperti saat aku memutuskan untuk mengenalnya
bukan dia yang berbeda ,, aku saja yang terlalu memuja

kini bukan saatnya menyesal
kini jelas bukan saatnya mengutuk siapapun
kini harusnya sadar
memeng hidup selalu seperti itu

lebih tepatnya aku mungkin terkejut saat itu
aku akhirnya sada .. apapun itu menuntut untuk kita menjadi lebih ikhlas
jelasnya aku saja yang memang tidak pernah ikhlas

Share:

Thursday, 9 March 2017

MENGERTI BODOH!!

dan ini adalah akhir dari cara berfikirku yang terlalu bodoh ...
mungkin terlalu bodoh jika aku harus menilai diriku sendiri
tak perlu kalian ucapkan .. tapi sudut pandang yang menyorotku begitu tajam seakan fonis kalian berpangkat sama dengan keputusan hakim bahkan skenario tuhan
aku tidak tau seberapa hebatnya diriku hingga mampu bertahan sampai titik ini ,, yang ku tau levelku jauh dibawah ini semua ... tidak,, mungkin saja aku salah menilai kemampuanku ,, mungkin banyak yang tidak ku ketahuai dari perjuangan bahkan dari kempuan bajingan yang membuatku terus bertahan .. kemampuan ini sungguh bajingan .. sekarang aku merasa lebih bukan lebih hebat .. lebih bajingan ,, itu tepat sekali
.........................................................................

Share: